081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

COTO MAKASAR, SUDAH ADA SEJAK 1538 MAHSEHI

Kota Makasar, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, memiliki banyak hal yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah kulinernya. Sesuai dengan namanya Coto Makassar atau Coto Mangkasara merupakan hidangan berkuah yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Di setiap jalan di kota Makassar, kita bisa mendapatkan dengan mudah ditemukan warung-warung yang menyediakan Coto Makassar. Rasa hidangan ini di setiap warung memang hampir-hampir sama, tapi yang membuat berbeda adalah bumbu tambahan yang diberikan oleh masing-masing pedagangnya. Dan itu menjadi rahasia dapur masing-masing.

Menurut sejarah, Coto Makassar sudah ada sejak masa Somba Opu yang merupakan pusat Kerajaan Gowa mengalami kejayaan pada tahun 1538 dan menjadi hidangan di kalangan Kerajaan Gowa pada masa silam. Pada masa itu, para pengawal kerajaan pun menjadikan masakan ini sebagai menu makan pagi sebelum menjalankan tugasnya pada pagi hari. Masakan ini juga terpengaruh oleh kuliner China yang diperkirakan masuk pada abad ke-16. Hal ini terlihat dari penggunaan sambal tauco sebagai pelengkap sajian Coto Makassar. Sambal tauco merupakan salah satu dari bagian dari budaya kuliner China yang mempengaruhi kuliner Makassar.

Coto Makassar berbahan dasar daging sapi, ditambah dengan jeroan sapi, berupa paru, hati, usus, jantung, dan babat. Sementara bumbu kuahnya merupakan perpaduan sejumlah rempah-rempah dan gilingan kacang tanah yang sudah digoreng. Enak tidaknya hidangan ini memang sangat bergantung pada bumbu kuahnya.

Yang membedakan soto dengan coto adalah kerumitan rempahnya. Untuk membuat kuah coto, membutuhkan 40 macam rempah, dan ini bukanlah jumlah yang sedikit bukan? Banyaknya jenis rempah yang dipakai mengikuti selera orang Makassar, pada saat itu yang senang membuat masakan yang kaya akan rempah.

Ramuan rempah-rempah yang terdiri dari 40 jenis dimasak di kuali tanah liat yang disebut dengan korong butta atau uring butta. Jenis kuali yang digunakan untuk memasak dipercaya ikut juga mempengaruhi rasa Coto Makassar. 40 jenis rempah itu diantaranya adalah kacang tanah, kemiri, cengkeh, pala, serai yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, garam, pepaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jerohan. Konon rempah-rempah itu tidak hanya berguna untuk menentukan rasa Coto Makassar, tetapi juga sebagai penawar kolesterol yang ada di jeroan.

SUMBER
https://www.indonesiakaya.com/

http://kulinerserbawisata.blogspot.com

https://makassar.tribunnews.com