081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

KEROKAN, TRADISI UNIK MENGATASI MASUK ANGIN

Ketika kita Pulang malam,telat makan dan tidak menggunakan jaket terkadang memicu saya kerap mengalami kepala pening dan masuk angin. Terkdang kita malas untuk meminum obat masuk angin, karena bangsa kita ini memliki tradisi unik untuk mengatasi masuk angin yaitu dengan kerokan.

Kerokan bisa dikatakan menjadi pengobatan alternatif yang cukup banyak dilakukan orang Indonesia. Keluhan seperti tidak enak badan, mual dan masuk angin pun dipercaya bisa diatasi dengan cara kerokan. Kerokan sendiri adalah sebuah teknik pengobatan dengan metode menggaruk dan menekan permukaan kulit menggunakan minyak dan benda seperti uang logam.

Kerokan umumnya dilakukan di area punggung yang kemudian menghasilkan guratan atau pola merah setelah dikerok. Tanda atau guratan merah tersebut menjadi simbol hilangnya angin dari dalam tubuh. Kerokan juga menghasilkan bentuk atau pola yang mirip dengan tulang ikan karena mengikuti arah tulang-tulang di tubuh.

Selain menggunakan uang logam, kerokan juga bisa dilakukan menggunakan batu pipih ataupun bawang merah. Sedangkan untuk minyak biasanya menggunakan minyak urut atau minyak untuk memijat hingga lotion sebagai pelicin agar tidak terjadi iritasi.

Di lansir nationalgeographic.grid.id Kerokan termasuk terapi yang dermabrasive (merusak kulit) untuk menyembuhkan gejala masuk angin, seperti mual, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan pusing. Gejala masuk angin ini biasanya timbul saat tubuh terganggu oleh udara dingin yang menyempitkan pembuluh darah dan membatasi asupan oksigen di kulit. Terkadang, reaksi ini hanya terjadi di beberapa bagian tubuh yang spesifik seperti leher dan bagian belakang tubuh. Kerokan berguna untuk memanaskan tubuh dengan menggosok/mengerok bagian tubuh yang terasa dingin.

Kulit yang digosok akan terbuka dan menghasilkan tanda merah karena pembuluh darah di bawahnya rusak. Namun, reaksi ini memungkinkan kulit untuk menerima lebih banyak oksigen dalam pembuluh darah untuk kemudian menetralkan zat beracun yang ada di dalam tubuh.

Kenyataannya, kerokan bukanlah cara yang efektif meningkatkan panas tubuh dibandingkan dengan misalnya minum air hangat atau ramuan herbal seperti air jahe. Namun, rasa nyaman sehabis kerokan membuat orang ketagihan melakukan kerokan setiap kali merasakan gejala masuk angin.

Kerokan biasanya dilakukan di area punggung karena dipercaya memiliki 365 titik akupuntur. Karena alasan itulah mengerok bagian punggung menjadi lebih efektif karena akan menimbulkan pelebaran pada pembuluh darah.

Dengan pelebaran tersebut, darah akan lebih cepat mengalir dan membuat suhu tubuh meningkat. Oleh karena itu, bagian tubuh yang paling cocok untuk dikerok adalah bagian yang memiliki pembuluh darah terpanjang yakni punggung.

Sehingga, apabila titik-titik saraf di punggung tersebut mendapat tekanan hal itu mendorong otak untuk mengeluarkan hormon endorfin sebagai reaksi tubuh untuk menahan rasa sakit dengan memberikan sensasi relaksasi. Rasa rileks dan nyaman tersebut akan membuat seseorang bisa tidur nyenyak dan merasa lebih segar.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Solo (UNS), Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo,dr, PAK, MM, M.Kes., kerokan atau kerikan adalah suatu upaya pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggeserkan secara berulang-ulang benda tumpul pada kulit dengan pola tertentu, sehingga terjadi garis-garis berwarna merah. Dan biasanya menggunakan uang logam benggol.

Kerokan terbukti ampuh mengatasi masuk angin, nyeri otot, perut kembung, mual,meriang sejak jaman nenek moyang dahulu. Dan ternyata kerokan itu dikenal juga di Vietnam, Thailand dan China.

Kerokan merupakan buaya nenek moyang , yang masih terkadang dianggap remeh, kampungan bahkan dianggap tidak dapat menyembuhkan.

SUMBER

http://www.goodnewsfromindonesia.id

https://nationalgeographic.grid.id/

https://sains.kompas.com/

https://www.kompasiana.com