081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

LEBARAN KETUPAT, SEBAGAI SIMBOL KERBERSAMAAN

Orang Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat. Idul Fitri dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Syawal, sedangkan Lebaran ketupat adalah satu minggu setelahnya, tepatnya pada 8 Syawal.

Bagi mereka Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi acara untuk makan bersama keluarga. Tapi juga memiliki nilai-nilai filosofis yang patut dipertahankan.

Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, salah satu yang masih merayakan tradisi lebaran ketupat. Lebaran ketupat dirayakan setiap 8 Syawal atau seminggu setelah Idul Fitri.

Melansir dari gnfi Sultan Sepuh mengatakan, lebaran ketupat merupakan wujud rasa syukur setelah menjalankan puasa sunah syawalan enam hari. Selain itu makanan ketupat juga memiliki nilai filosofi sendiri.

Parafrase kupat adalah ngaku lepat atau mengaku bersalah. Sedangkan janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan dari kata jatining nur yang bisa diartikan hati nurani.

Secara filosofis, beras yang dimasukan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu duniawi. Selain itu bentuk ketupat yang berbentuk persegi diartikan sebagai papat limo pancer. Papat dimaknai sebagai simbol empat penjuru mata angin utama, yakni timur, barat, selatan, dan utara.

‘’Artinya, ke arah manapun manusia akan pergi, ia tak boleh melupakan pancer (arah) kiblat atau arah kiblat (sholat),’’ tegas Sultan Sepuh.

Lalu proses pembuatan anyaman janur menjadi simbol kompleksitas masyarakat. Anyaman yang melekat satu sama lain menjadi anjuran agar selalu menjaga silaturahmi tanpa memandang status sosial.

Tradisi lebaran ketupat atau biasa disebut dengan Syawalan ini di kalangan masyarakat Jawa tidak lepas dari peran salah satu Walisongo, yakni Sunan Kalijaga.  Pada saat itu, Kanjeng Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah yaitu, Bakda Lebaran yang merupakan tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah salat Idul fitri, dan Bakda Kupat yang merupakan perayaan sepekan setelahnya.

Berdasarkan istilah, Bakdo sendiri berasal dari bahasa arab yaitu Bakda yang artinya setelah. Sementara Kupat adalah bahasa Jawa dari Ketupat.

Saat Lebaran Ketupat, masyarakat muslim Jawa umumnya membuat ketupat, yaitu jenis makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (janur) yang dibuat berbentuk kantong, kemudian dimasak.

Setelah masak, ketupat tersebut diantarkan ke kerabat terdekat dan kepada mereka yang lebih tua. Tujuan Lebaran Ketupat adalah sebagai simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Selain itu masyarakat memaknai Lebaran Ketupat bukan sekadar hari besar keagamaan. Lebaran Ketupat punya arti khusus bagi seseorang yang anaknya meninggal.

Setelah masak, ketupat tersebut diantarkan ke kerabat terdekat dan kepada mereka yang lebih tua. Tujuan Lebaran Ketupat adalah sebagai simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, terdapat aneka macam bentuk ketupat yang dimiliki tiap-tiap daerah yang juga memiliki arti dan maksud tersendiri.

Di antaranya ketupat bawang khas Madura, ketupat ini berbentuk persegi empat dan dianggap sebagai ketupat penyedap, sebagaimana bumbu masak berupa bawang.

Lalu, ketupat glabed yang berasal dari Tegal. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah berwarna kuning kental.  Sedangkan penamaan ketupat ini pun berasal dari ucapan orang Tegal yang mengekspresikan kekentalan kuah ketupat tersebut dengan istilah glabed-glabed-glabed.

Juga ada  ketupat bebanci khas Betawi. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.

SUMBER

https://www.goodnewsfromindonesia.id

https://www.inews.id

https://www.nu.or.id

https://www.suara.com