081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

MALAM SELAWENAN, TRADISI RAMADHAN WARISAN SUNAN GIRI

Berbicara tentang Giri adalah berbicara tentang sebuah kerajaan Islam kecil bernama Giri Kedaton. Dan memang pada masanya, Giri Kedaton adalah pusat Islam di Pulau Jawa. Tetapi pengaruhnya meluas hingga ke seluruh Nusantara.

Giri Kedaton tak lepas dari pendirinya, Sunan Giri. Sunan Giri adalah seorang waliyullah yang disegani, yang pernah menjadi mufti Wali Songo. Ilmu dan keluasan pikir Sunan Giri diakui oleh semua pihak, baik kawan maupun lawan.

Sunan Giri wafat pada malam Jumat, 24 Rabiul Awal tahun 913 Hijriah atau 1428 Saka atau 1506 Masehi dalam usia 63 tahun. Makam Sunan Giri berada di cungkup berukuran 4×4 meter. Dan cungkup itu masih diberi cungkup lagi yang berukuran sekitar 8×8 meter. Tak terhitung sudah berapa banyak peziarah yang datang ke Giri.

Pada Ramadan sendiri, peziarah yang datang pada siang hari relatif sedikit. Justru peziarah banyak datang di malam hari yang dimulai pada tanggal 17 Ramadan atau saat malam Nuzulul Quran.

Dan lepas dari tanggal 20 Ramadan yang berangka ganjil, Giri semakin ramai didatangi peziarah yang ingin melaksanakan salat Tasbih. Mereka berbondong-bondong datang untuk menemukan Lailatul Qadar.

Puncaknya pada malam ke -25 atau di sebut dengan malam selawe, tradisi ibadah masyarakat Gresik yang dilakukan pada malam ke-25 Ramadan. Hampir seluruh masyarakat setempat dan pendatang memadati Jalan Sunan Giri hingga Jalan Sunan Prapen, lantaran ingin berserah diri kepada Yang Mahakuasa secara penuh dan mengharapkan kebaikan malam Lailatulqadar yang melebihi seribu malam.

Ada pula sumber yang menyatakan kalau tradisi Malam Selawe terjadi karena tradisi yang diberlakukan Sunan Giri, seorang wali songo yang menyebarkan agama Islam di Indonesia. Sunan Giri berdakwah dengan memberikan contoh perilaku yang baik. Contohnya, Sunan Giri mengajak murid-muridnya beribadah pada malam terakhir Ramadan di Masjid Jamik Sunan Giri.

Semangat tradisi itu mengental kuat di diri para santri dan masyarakat sekitar. Saking kuatnya, bahkan setelah meninggal tradisi beribadah itu masih berlangsung. Selain beribadah, para santri dan masyarakat pun berziarah ke makam Sunan Giri.

Biasanya para santri dan masyarakat bertandang pada satu hari sebelum Malam Selawe. Tidak sedikit dari mereka yang menginap di masjid supaya pada malam harinya mereka dapat membaca surat Yasin, tahlil, dan berdoa bersama.

Hingga kini, tradisi itu terus berlangsung. Bahkan, kini, selain memburu berkah Lailatul Qadar Masjid Jamik Sunan Giri, para santri dan masyarakat sekitar juga menyempatkan diri berziarah ke makam Sunan Giri.

Namun sekarang, tradisi Malam Selawe sedikit melenceng ke arah konsumerisme. Malam Selawe menjadi suatu acara yang terintegrasi dalam satu rangkaian kegiatan bulan Ramadan. Terdapat pembukaan pasar Malam Selawe yang mengiringi tradisi sakral itu.

Meskipun begitu, bukan berarti santri dan masyarakat kalap akan makna Malam Selawe. Banyak dari mereka yang menghabiskan waktunya untuk meresapi tradisi Malam Selawe yang diamini membawa banyak keberkahan.

SUMBER

https://news.detik.com

https://regional.kompas.com

https://www.goodnewsfromindonesia.id

https://inibaru.id