081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

NASTAR, KUE LEGENDARIS YANG SELALU ADA SAAT LEBARAN

Kue legendaris yang selalu ada saat lebaran, yaitu kue nastar. Kue kering ini berisi selai nanas ini selalu berdampingan dengan kue kering lebaran lainnya seperti kastengel atau putri salju. Berada dalam toples-toples kaca yang ditata di meja ruang tamu. di hampir semua rumah yang merayakan Idul Fitri.

Namun tahukah kalian saja sejak kapan kue kering yang identik ini dengan sebuah hari raya terutama hari raya keagamaan di Indonesia, ya? Apakah sejak zaman kolonialisme Belanda, mengingat pengaruh mereka sangat kuat bagi kehidupan masyarakat di Indonesia, atau justru sudah ada sebelum Belanda masuk ke Nusantara? Yuk simak artikel liveinindonesia yang satu ini.

Nastar mulanya merupakan kuliner khas dari Belanda, menyebar ke Indonesia setelah Belanda menjajah Hindia Belanda ratusan tahun lalu.

Nastar merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yaitu nastaart, gabungan dari kata ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue/pie. Nastar mulanya adalah kuliner khas dari Belanda, menyebar ke Indonesia setelah Belanda menjajah Hindia Belanda ratusan tahun lalu. Nastar biasanya dihidangkan saat perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Lebaran, Hari Natal, dan Imlek.

Sebenarnya kue ini terinspirasi dari kue pie buatan orang Eropa dengan isian buah blueberi dan apel. Akan tetapi, karena di Indonesia saat itu sulit menemukan kedua buah tersebut maka orang Indonesia menggunakan buah nanas yang tumbuh di negara tropis. Nastar ala Indonesia memiliki bentuk lebih kecil dibanding pie atau kue tar eropa pada umumnya.

Ketika Belanda menjajah Hindia Belanda, mereka memperkenalkan nastar kepada masyarakat pribumi. Saat pertama kali dari Belanda, nastar masih berupa kue atau pie dengan isian bluberi atau apel. Namun karena saat masa penjajahan saat itu masih sangat sulit menemukan buah-buahan tersebut maka dipihlah nanas sebagai penggantinya.

Sama seperti kue kering lainnya, nastar dibuat dari tepung terigu, telur, dan bahan-bahan kue lainnya. Isian nastar biasanya adalah selai buah nanas, namun seiring dengan perkembangan zaman muncul berbagai variasi isian seperti selai stroberi atau selai bluberi. Di Indoensia nastar menjadi pioner kue-kue kering lainnya seperti kue putri salju dan kue kering keju.

Secara filosofis, nastar memiliki makna kemakmuran. Masyarakat Tionghoa menggambarkan nastar sebagai ong lai yang berarti buah pir emas. Buah pir emas dalam mitologi masyarakat Tionghoa adalah simbol dari kemakmuran, kelimpahan rezeki, dan keberuntungan. Selain itu rasa manis dan lembut selai nanas menjadi doa dan melambangkan kemudahan serta kelimpahan rezeki.

SUMBER

https://www.goodnewsfromindonesia.id

https://www.kompas.com

https://phinemo.com