081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

TAHU GEJROT, KULINER KHAS CIREBON YANG MEMANJAKAN LIDAH

Pernah kalian mencicipi tahu gejrot? Kuliner ini berasal dari Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Seperti namanya, tahu gejrot berbahan dasar tahu gembos, dipotong kecil-kecil lalu disiram dengan kuah berwarna cokelat dari gula merah.

Popularitas tahu gejrot, tidak hanya di Cirebon saja tetapi sudah merambah ke daerah lainnya. Harganya yang murah menjadikan kuliner ini bisa dinikmati semua kalangan.

Budayawan Cirebon, Nurdin M Noer menerangkan kemunculan kuliner tahu gejrot tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan pabrik-pabrik tahu milik orang keturunan Tionghoa yang berada di Desa Jatiseeng. Di tengah situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu pada waktu itu, banyak warga pribumi yang bekerja menjadi buruh di pabrik tahu.

“Sebelum tahun 1950-an, keadaannya tidak stabil banyak warga sekitar kerja di pabrik untuk memenuhi kebutuhan,” katanya seperti dikutip¬†ayocirebon.com.

Nurdin melanjutkan, para pemilik pabrik tahu kemudian beralih profesi ataupun usaha setelah keadaan ekonomi mulai membaik. Hal tersebut membuat para buruh pabrik berusaha memproduksi tahunya sendiri. Mereka memanfaatkan keterampilan membuat tahu yang didapat, untuk memproduksi tahu sendiri.

Nama tahu gejrot muncul karena kebiasaan dari para penjualnya yang menaruh air gula merah dalam botol atau gendul. Pada proses penyajiannya, bahan-bahan pelengkap lainnya diulek pada piring gerabah, setelah halus lalu disiram air gula merah.

Adapun nama tahu gejrot sendiri berasal dari cara penyajiannya, yang terbentuk ketika air rebusan kecap tesbut dituangkan ke potong gerabah yang berisi tahu. Ketika menuangkannya, mengeluarkan suara ‘jrot … jrot … jrot’.

“Dari situlah, nama makanan ini menjadi tahu gejrot,” pungkasnya.

Cita rasanya yang khas membuat tahu gejrot sangat familiar. Tahu gejrot terdiri dari tahu goreng kopong atau gembos yang dipotong-potong, kemudian disiram oleh rebusan air gula merah dan kecap. Selain itu, bisa juga ditambahkan gerusan cabai rawit dan bawang merah, sesuai selera.

Uniknya, cara penyajiannya dipotong gerabah kecil berwarna hitam. Piring inilah yang mempengaruhi cita rasa pada tahu gejrot. Sebab, jika disajikan di atas piring biasa ataupun berbahan plastik, maka rasanya akan berbeda.

Hingga kini, makanan ini menjadi salah satu makanan tradisional yang masih bertahan dan banyak yang dicari oleh orang-orang.

SUMBER

https://m.ayocirebon.com

https://republika.co.id/

https://merahputih.com/