081806696986 liveindonesia.id@gmail.com

ULAT SAGU, KULINER UNIK YANG KAYA AKAN PROTEIN

Seperti halnya daerah lain, Papua juga memiliki makanan khas yang tak kalah menariknya untuk dicoba. Banyak orang mengenalnya sebagai ulat sagu.

Ulat sagu bisa didapat dari dalam batang pohon sagu yang tua dan sudah tumbang atau sengaja ditebang sebagai media berkembangnya ulat sagu.

Ulat ini sebenarnya adalah larva kumbang penggerek rhynchophorus ferrugineus.

Bagian dalam batang pohon sagu penuh dengan zat tepung yang menjadi makanan ulat-ulat ini. Ulat sagu berwarna putih, berukuran tiga hingga empat sentimeter.

Kumbang ini memang menjadikan bagian pucuk pohon sagu yang tidak dimanfaatkan dalam proses pengolahan sagu sebagai tempat bertelurnya.Bagi masyarakat Papua dan Maluku, ulat sagu merupakan sumber protein yang lumrah dikonsumsi, baik mentah maupun diolah menjadi kuliner khas daerah tersebut. Karena popularitas yang kian bertambah, ulat sagu juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pemanfaatan ulat sagu sejauh ini lebih banyak dijadikan sebagai bahan substitusi pakan ternak atau sebagai umpan ikan. Padahal, penelitian awal menunjukkan bahwa ulat ini dapat dijadikan sebagai lauk yang bergizi dan bebas kolesterol.Salah satu kandungan nutrisi yang paling menonjol dari ulat sagu adalah protein yang bisa mencapai 9,34 persen. Selain itu, ulat sagu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84 persen), asam glutamat (2,72 persen), tirosin (1,87 persen), lisin (1,97 persen), dan methionin (1,07 persen).Hingga kini, belum banyak penelitian yang mengkaji manfaat ulat sagu untuk kesehatan manusia

Makanan ini dipercaya oleh masyarakat suku Kamoro sebagai makanan yang bisa membuat mereka sehat karena kandungan vitaminnya yang tinggi. Umumnya, ulat sagu hidup pada batang sagu. Kelezatan makanan ini sendiri dipercaya justru dari telur yang menetas pasca batang pohon membusuk yang kemudian menyebabkan banyaknya kumbang yang bertelur disitu.

Penyajian makanan ini hampir menyerupai sate. Hidangan ini lezat dan gurih inipun kerap disebut “Manggia” oleh masyarakat setempat.

SUMBER

https://indonesiakaya.com

https://www.sehatq.com

https://kumparan.com